09 April 2026

Tak Terdaftar di Dewan Pers, Oknum Wartawan Inisial E Terancam Pasal Berlapis Usai Sebar Hoaks dr. Ikbal Sidiq


Identitas asli oknum yang mengaku sebagai jurnalis dalam kasus pencemaran nama baik dr. Ikbal Sidiq akhirnya terungkap. Oknum berinisial E tersebut dipastikan tidak terdaftar dalam database Dewan Pers, sehingga segala tindakan "investigasi" yang dilakukannya dianggap sebagai tindakan ilegal dan di luar koridor jurnalistik yang sah.


Berdasarkan hasil penelusuran, tersangka E secara sengaja membangun narasi palsu yang menuding SIP dr. Ikbal Sidiq tidak valid. Padahal, melalui pengecekan di Konsil Kedokteran Indonesia, SIP sang dokter dinyatakan aktif dan sah secara hukum.

​Status E yang tidak memiliki sertifikasi kompetensi dan tidak bernaung di perusahaan pers yang terverifikasi, membuat posisinya semakin terpojok. Tanpa perlindungan UU Pers, E kini harus menghadapi jerat hukum pidana umum atas dugaan fitnah dan penyebaran berita bohong.


Beberapa fakta yang memperberat posisi oknum E antara lain:

​Penyalahgunaan Profesi: Menggunakan kartu pers ilegal untuk mengintimidasi dan mencari kesalahan yang tidak ada.

​Data Fiktif: Sengaja mengabaikan bukti legalitas SIP dr. Ikbal yang sebenarnya terbuka untuk umum.

​Pelanggaran UU ITE: Menyebarkan konten hoaks melalui kanal digital dengan niat jahat (mens rea).

"Saudara E ini bukan wartawan dalam definisi undang-undang. Dia hanyalah oknum yang menggunakan atribut pers untuk menyebar fitnah. Karena dia tidak terdaftar di Dewan Pers, maka tidak ada sengketa pers di sini. Ini adalah murni tindak pidana," ujar pengamat hukum yang mengikuti kasus ini.

Kini, oknum E sedang dalam pengejaran pihak berwajib untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak keluarga dan tim hukum dr. Ikbal Sidiq mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada narasi yang dibangun oleh akun atau oknum yang tidak kredibel.


05 Februari 2015

Mengenal malaria.

Mengenal malaria
Adalah penyakit disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium. Plasmodium masuk kedalam sel darah merah kemudian melakukan pembelahan berkali-kali dan akan berhenti dengan cara si penderita mati atau si plasmodium yang mati karena sistem kekebalan tubuh penderita.

Gejala mirip dengan gejala pada flu secara umum seperti panas, dingin, berkeringat.

Lebih dari 100 jenis plasmodium yang hidup di Bumi, mereka hidup sebagai parasit di dalam tubuh binatang juga manusia. Terdapat empat jenis yang menginfeksi manusia

Falciparum +++
Vivax +++
Malariae ++
Ovale +

di Indonesia paling banyak ditemukan P. falciparum dan vivax, malariae ditemukan juga di Lampung, NTT, papua, ovale di NTT dan papua.

Plasmodium dapat berpindah dengan bantuan nyamuk anopheles betina. Parasit yang disuntikkan bersamaan air liur nyamuk ini dengan cepat bergerak ke hati dan menghindari sistem kekebalan manusia. Parasit kemudian bermultiplikasi disana sampai ribuan kali lipat sebelum bergerak ke pembuluh darah dan menginfeksi sel darah merah.

Hemoglobin adalah makanan bagi plasmodium, plasmodium yang berkembang didalam sel darah merah kemudian bisa pecah. Sel darah merah yang pecah kemudian menginfeksi sel darah merah yang lain. Hal tersebut akan terus berlanjut sampai penderita meninggal atau sampai plasmodium mati karena sistem tubuh manusia.

Plasmodium bisa diisap kembali oleh nyamuk Anopheles yang kemudian bisa menginfeksi manusia lainnya.
Pada keadaan menggigil pasien mungkin juga merasakan sakit kepala, mual, dan muntah, setelah 1-2 jam menggigil badan akan panas, kulit akan panas dan kering. Kemudian, suhu badan turun dan pasien akan berkeringat. Pasien akan merasakan lelah dan mengantuk. Pasien akan baikan setelah tahap berkeringat, namun 2-3 hari kemudian serangan lain timbul ketika darah merah mulai pecah.
Diagnosis biasanya menggunakan apusan darah.

Pengobatan. Klorokuin adalah elemen penting pengobatan, walaupun sekarang sudah banyak jenis yang resisten sehingga kombinasi dengan obat lain diperlukan untuk memberantas penyakit ini.

Beberapa menit disuntik pasien meninggal, ini mungkin akibat syok.

Mengenal berbagai jenis syok
Syok adalah kondisi yang mengancam nyawa ketika tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Hal tersebut berarti sel dan organ tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen serta nutrisi untuk berfungsi secara benar. 1 dari 5 orang yang terkena syok akan meninggal. Seseorang harus mendapatkan pertolongan dengan cepat sebelum gejala semakin memburuk.

Jenis:

Syok kardiogenik: ketika jantung mengalami kerusakan sehingga tidak sanggup mengirimkan darah ke tubuh. Penyebabnya terutama karena kerusakan otot jantung seperti infark miokard. Pada pemeriksaan didapatkan nyeri dan rasa tertekan pada dada serta tanda syok secara umum. Terdapat hipotensi ortostatik (berdiri lebih rendah daripada berbaring).

Syok hipovolemik: ketika kehilangan darah dan cairan yang sangat banyak, sehingga jantung tidak sanggup memompa darah yang cukup ke organ.

(doctortipster)

Syok anafilaktik: terjadi umumnya karena alergi terhadap obat, makanan, atau gigitan serangga. Ini cukup sering terjadi pada praktik kesehatan yaitu ketika pasien sehabis disuntik lalu meninggal. Masyarakat salah menganggapnya sebagai malapraktik. Pengetahuan yang baik sebagai dokter untuk mendiagnosis gejala syok akan membuat harapan terjadi yang lebih parah akan berkurang.

Syok septik: toksin yang dikeluarkan bakteri atau fungi yang menyebabkan kerusakan organ, kemudian dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan fungsi organ yang memburuk.

Syok neurogenik: berasal dari kerusakan sistem saraf.





Penyebab syok antara lain:

Masalah jantung. Misalnya gagal jantung atau serangan jantung.

Volume darah yang rendah. Misalnya pada pendarahan berat dan dehidrasi.

Perubahan pada pembuluh darah. Misalnya pada alergi obat dan infeksi


Obat yang mengurangi fungsi jantung atau tekanan darah.