28 April 2014

Penanganan Syok Anafilaksis

Gambar di atas difoto dari Puskesmas Rajabasa Indah.

Syok anafilaksis merupakan reaksi obat yang tidak diharapkan karena terjadi secara cepat dan mengancam jiwa, dalam praktik klinis atau di puskesmas hal ini bisa saja terjadi. Reaksi ini termasuk reaksi hipersensitivitas yang dimediasi IgE.

Sangat penting sehabis melakukan tindakan injeksi (menyuntik) pasien dibiarkan untuk beristirahat sejenak (10 menit) sebelum diperbolehkan pulang. Bahkan menurut pengalaman saya, seharusnya pasien harus ditensi ulang untuk memastikan bahwa tensinya stabil. Waspada apabila tensi sistolik turun menjadi 70mmHg. Turunnya tekanan darah biasanya mengikuti umur yang turun dari 30% dari normal.

Penatalaksanaan syok anafilaktis dapat berbeda sedikit tergantung pedoman tertentu. Pemberian adrenalin juga bisa secara subkutan maupum intramuskular.

Pada pasien dengan reaksi berat dapat ditambahkan dengan kortikosteroid seperti dexamethasone 20mg IV dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan.

Pada pasien yang berusia tua atau dengan riwayat penyakit kardiovaskuler pemberian adrenalin sekitar 0,1-0-2 cc dengan interval 5-10 menit.

PUSKESMAS RAJABASA INDAH


Puskesmas ini terletak di Jalan Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung. Apabila menggunakan kendaraan umum, bisa dengan angkot biru telur bebek, dari terminal Rajabasa kira-kira memakan waktu sekitar 10 menit kalau dari kampus Unila ya sekitar 12 menitlah.
Kalau yang saya lihat sih pasien yang datang mula-mula akan di daftarkan dulu secara online apa gimana, hehe, maklum saya kan kerjanya nongkrong aja di BP (balai pengobatan).

Pasien kemudian melakukan pendaftaran di sini, untuk pasien dengan peserta jamkesmas atau jamkesda (pas dulu sih belum musim BPJS hahaha) boleh langsung ke sini tanpa di daftar secara online dulu.

Pasien yang sudah mendaftar di loket pendaftaran sementara dapat menunggu antrean sebelum dipanggil, pasien akan dianamnesis dan ditensi di meja kuning tersebut. Disini yang anamnesis boleh siapa aja hehehe, perawat juga boleh. Terus abis itu ke BP untuk diperiksa ma dokter-dokter muda, dokter muda boleh ngasih resep tapi ya harus dapat acc dari dokter setempat.

Habis itu nebus obat di apotek, pulang deh, semoga cepat sembuh.

10 November 2012

Anatomi Mata 1

Mata sebagai salah satu organ sensori mempunyai peran penting dalam penglihatan. Mempelajari anatomi mata terutama penting untuk mempelajari penyakit-penyakit mata. Berbagai penyakit mata yang sering ditemukan misalnya katarak, kunjungtivitis, glaukoma dan lainnya.

Dibawah ini adalah gambar anatomi mata yang dipotong secara sagittal. Gambar ini memperlihatkan mata secara umum. Sayangnya gambar dibawah ini dituliskan dalam nomenklatur Bahasa Inggris. Umumnya pelajaran anatomi di Indonesia menggunakan nomenklatur dalam Bahasa Latin. Jadi, untuk memudahkan pembaca yang rata-rata dari Indonesia maka saya sertakan artinya dalam Bahasa Latin.

Mungkin gambar yang saya lampirkan masih kurang mendetail jadi disarankan juga untuk mengeceknya di buku atlas anatomi. Untuk mahasiswa kedokteran sebaiknya juga membaca atlas anatomi seperti Sobotta dan atau Yokochi untuk yang lebih lengkapnya. Namun bagi yang belum punya atlas. Gambar ini insyaallah akan cukup membantu terutama dalam menghadapi ujian.

Gambar 1
1. Humor aqousus                                                    15. Sinus maxillaris
2. Choroidea                                                           16. Nervus opticus (II)
3. Musculus ciliaris                                                   17. Ora serrata
4. Prosessus ciliaris                                                  18. Iris, pupil
5. Cornea                                                                19. Retina
6. Lens                                                                    20. Arteri/vena centralis retinae
7. Ossis frontale                                                       21. Sclera

8. Sinus frontalis                                                      22. Sinus sphenoidalis
9. Musculus obliquus inferior                                    23. Ganglion pterygopalatinum
10. Vena/venae ophtalmica inferior                           24. Musculus obliquus superior
11. Musculus rectus inferior                                     25. Musculus rectus superior
12. Tarsus inferior                                                    26. Tarsus superior
13. Iris                                                                    27. Ligamentum suspensorium
14. Musculus rectus lateralis                                    28. Humor vitreosus


Sumber: ygraph.com