17 Desember 2014

Video glaukoma sudut tertutup (closed angel glaukoma)

Sebagaimana yang telah saya posting pada beberapa waktu lalu. Sekarang mari kita lihat glaukoma sudut tertutup (closed angel glaukoma)



15 Desember 2014

Anatomi mata 2 (otot/musculus orbita)

Oleh: Ikbal Sidiq
Pada: November 2012


Mata (atau orbita dalam nomenklatur Bahasa Latin) dapat bergerak ke segala arah karena disokong oleh otot-ototnya (otot atau musculus atau sering disingkat M.). Orbita mempunyai beberapa musculus yang terdiri dari (Moore, 1996):


Sumber: southbayophthalmology.com

1. Musculus levator palpebra, berfungsi mengangkat (to elevate) palpebra superior. Dalam gambar yang ditampilkan ini tidak ditampilkan.

2. Empat musculus rectus (M. rectus superior, M, rectus inferior, M. rectus medialis, M. rectus lateralis),
keempatnya terlihat
3. Dua musclus oblik

Bagaimana otot-otot bola mata tersebut bergerak? Silahkan lihat video berikut ini


28 April 2014

Penanganan Syok Anafilaksis

Gambar di atas difoto dari Puskesmas Rajabasa Indah.

Syok anafilaksis merupakan reaksi obat yang tidak diharapkan karena terjadi secara cepat dan mengancam jiwa, dalam praktik klinis atau di puskesmas hal ini bisa saja terjadi. Reaksi ini termasuk reaksi hipersensitivitas yang dimediasi IgE.

Sangat penting sehabis melakukan tindakan injeksi (menyuntik) pasien dibiarkan untuk beristirahat sejenak (10 menit) sebelum diperbolehkan pulang. Bahkan menurut pengalaman saya, seharusnya pasien harus ditensi ulang untuk memastikan bahwa tensinya stabil. Waspada apabila tensi sistolik turun menjadi 70mmHg. Turunnya tekanan darah biasanya mengikuti umur yang turun dari 30% dari normal.

Penatalaksanaan syok anafilaktis dapat berbeda sedikit tergantung pedoman tertentu. Pemberian adrenalin juga bisa secara subkutan maupum intramuskular.

Pada pasien dengan reaksi berat dapat ditambahkan dengan kortikosteroid seperti dexamethasone 20mg IV dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan.

Pada pasien yang berusia tua atau dengan riwayat penyakit kardiovaskuler pemberian adrenalin sekitar 0,1-0-2 cc dengan interval 5-10 menit.